Showing posts with label What I Think. Show all posts
Showing posts with label What I Think. Show all posts

Wednesday, June 8, 2016

Selalu Baik

Pelajaran dari Al Hasan Al Bashri, disebut dalam Ath Thuyuriyat karya Abu Thahir As Silfi, dinukil dari Min Akbar As Salaf Ash Shalih, hal 353

Tetaplah berbuat baik pada orang yang berbuat jelek kepadamu. Jika tidak, jangan sampai engkau berbuat jelek pada orang yang berbuat baik kepadamu.

Pelajaran untuk saya. Ego dan prasangka  menghalangi kita untuk jadi baik kepada semua orang. Jadi, mari bersihkan hati. Bersihkan terus. Jangan disumbat lagi dengan dosa-dosa. Agar terhindar dari 'g sadar' jahat sama orang yang berbuat baik sama kita. Na'udzubillah.

Cek surat Al Hujurat ayat 12

Wahai orang-orang yang beriman. Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain..

Pertama, prasangka baik ke Allah
Ingat terus bahwa Allah sesuai prasangka hambanya. Dan ngga mungkin Allah itu akan dzalim sama kita.

Kedua, prasangka baik kepada orang2 beriman
Sering ke saudara seiman masih aja mikir jelak. Ini bikin ngga tenang dan ngejadiin kita dzalim. Dia baik, kitanya yg mikir jelek akhirnya membalas perbuatan baiknya dg perbuatan buruk. Melelahkan prasangka itu. Astaghfirullah.
Maka, cari 1001 alasan untuk selalu berprasangka baik. Apa saja. Niatkan prasangka baik untuk taat kepada Allah agar Allah jg makin ridha dengan kita. Hayu selalu berbaik sangka, agar hati senantiasa nyaman.

Sunday, June 5, 2016

Belajar Menerima


يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَايَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendakiNya

Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak

Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal

Al Baqarah 269

Jadi yakinlah kalau semuanya ngga ada yang kebetulan dan sia-sia. Pasti ada hikmahnya.

Thursday, February 25, 2016

Critical Point?

I thought everything will be different when I started my 23, even being mature is still hard. Probably because a nature of woman who put feeling at first place. Or it's just me who do not try my best yet. I miss the moment when I got the power to do everything just for Allaah. I used to hide and wore mask, but being honest is actually relieving. That's the reason I'm writing this post. To train my self to be honest about what I'm really thinking. Sometimes I just looked at publics vibe and peoples trending opinion. You know, trying so bad to looked good and cool (haha). Tiring of course. At the moment like that, Allah is the only way. Shortly speaking, event hough I knew the theory well, the real application is quite challenging. I have to fight against my self, and it is absolutely very termendous. I knew the quotes saying that without His help you will never able to fight against yourself. Hasbunallaah wa ni'mal wakil. Ni'mal maula wa ni'mannashir. Laa haula wa la quwwata illa billah.

Tuesday, June 16, 2015

Lingkaran Kesayangan

Karena saat ikatan melemah
Saat keakraban merapuh
Saat salam terasa menyakitkan
Saat kebersamaan serasa siksaan
Saat pemberian bagaikan bara api
Saat kebaikan justru melukai
Aku tahu
Yang rombeng bukan ukhuwah kita
Hanya iman-iman kita yang sedang sakit
Atau mengerdil
Mungkin dua-duanya
Mungkin kau saja
Tentu terlebih sering imanku lah yang compang-camping
(Salim A. Fillah dalam Dalam Dekapan Ukhuwah)

Teruntuk lingkaran kesayangan, dari insan fana yang masih terus belajar untuk memanen buah manis dari pohon ukhuwah

Wednesday, May 20, 2015

Agar Shalat Menjadi 'Hidup'

Dalam Quran Surat Al Ankabut ayat 29 dikatakan bahwa shalat dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar.
Tetapi kenapa masih banyak orang yang melakukan maksiat padahal sudah menunaikan ibadah shalat?
Shalat tidak berfungsi dengan baik jika tidak sesuai dengan salah satu dari empat hal berikut: rukun, sunna, adab zahir, dan batin. Adab zahir adalah menunaikan dengan sempurna melalui gerakan anggota badan sedangkan batin adalah khusyu' dalam melaksanakannya. Khusyu' inilah pemegang perangan penting apakah shalat akan memberikan efek positif kepada para pelakunya.

Sumber: thesultonation.com

Khusyu' itu ibarat penanda sesehat apa hati seseorang. Apabila hati bersih dari berbagai penyakit akan mudah bagi seseorang untuk khusyu'.  Untuk membersihkan hati dan jiwa, diperlukan pembiasaan hati untuk khusyu'. Caranya adalah dengan berusaha merasakan bahwa Allah ada bersama kita. Orang yang sudah bersih hatinya tentu akan selalu merasakan kehadiran Allah. Orang tersebut akan terus menerus merasa khusyu' hatinya kapanpun dan di manapun. Jadi, hati seseorang dapat dipastikan selalu berada dalam keadaan tenang ketika orang tersebut sudah khusyu' saat shalat.

Khusyu' saat shalat menunjukkan kehadiran hati orang tersebut. Kehadiran hati inilah ruh dari shlat. Jika hati seseorang tidak ada bahkan saat dimulainya takbiratul ihram, habislah sudah, sia-sia ibadah shalatnya. Gerakan shalatnya ibarat gerakan zombie, mayat hidup. Hii. Orang yang melakukan shalat seperti inilah yang disebut Allah sebagai orang-orang yang lalai, seperti dalam QS Al A'raf ayat 205. Lawan dari lalai adalah ingat, ingat bahwa ada Allah. Ingat dengan hati yang merasakan kehadiran Allah.

Kehadiran hati merupakan salah satu dari syarat tercapainya shalat yang 'hidup'. Faktor lainnya adalah tafahhum, ta'zhim, haibah, raja', dan haya'. Tafahhum adalah paham terhadap bacaan shalat. Pemahaman inilah yang bisa menjadi reminder seseorang ketika akan berbuat keji dan mungkar. Ta'zhim merupakan rasa hormat. Sedangkan haibah merupakan rasa takut. Rasa takut ini akibat dari rasa hormat dan memuliakan Allah. Raja' adalah berharap. Dengan berharap adanya balasan dari Allah, seseorang akan dengan sekuat tenaga menaikkan kualitas shalatnya. Yang terakhir adalah haya' yaitu rasa malu. Rasa malu ini dikarenakan ketidaksempurnaan kita sebagai manusia yang berpotensi dapat melakukan dosa.

Dengan demikian, hal yang paling penting agar shalat kita 'hidup' dan tidak menjadi ibadah yang sia-sia adalah khusyu' atau kehadiran hati kita saat menunaikannya. Faktor lain seperti yang disebutkan di atas hanya tambahan saja walaupun ikut berpengaruh juga menambah kualitas shalat menjadi lebih baik lagi. Ilmu khusyu' ini memerlukan pembiasaan nih. Jadi mari dari sekarang biasakan hati kita untuk hadir saat shalat. Mari bersihkan hati kita dengan mulai memberikan gizi dan vitamin-vitamin seperti melakukan amal-amal yang terpuji. Yuk meng'hidup'kan shalat, dengan selalu berusaha khusyu'.
Wallahu'alam.

Sumber: Konsep Tazkiyatun Nafs Terpadu, Said Hawwa

Saturday, August 17, 2013

Doodle Merdeka!

Dirgahayu 68 Bangsaku
i can say anymore kalo ngomongin kemerdekaan
anyway, seneng banget lihat google doodle hari ini. Merah putih dengan garuda.
 Google doodle memang lucu-lucu. Jadi aku sering iseng ngumpulin kalau kebetulan nemu. Hehe. Masing-masing doodle ini celebrating macem-macem, mulai dari independence day kaya hari ini sampai ulang tahun tokoh. Ada yang bentuknya interaktif jugaa. Tapi yang aku share di sini yang gambar aja hehe.

Kreatif dan lucu-lucu yaa :D Coba ada google doodle tiap hari. Bisa ga yaa setahun itu ada yang dirayakan setiap hari hihi.

Monday, August 12, 2013

Selamat Lebaran!


Taqabbalallahu minna wa minkum all :D
alhamdulillah sudah lebaran, semoga yang kemarin udah didisiplinin waktu puasa nggak nguap ngilang gitu aja, tetep berlanjut sampe ketemu ama Ramadhan next year. Amiin

Lebaran punya banyak cerita. Mulai dari teriak alhamdulillah yang super kenceng kalo isi amplop angpao warnya biru dan merah (hehehe) sampai sedih-sedihan lihat bude yang padahal "belum terlalu tua" (seriously) sudah sulit buat duduk atau berdiri terlalu lama gara-gara osteporosis ataupun diabetes yang nyerang syaraf. Langsung mawas diri, jangan terlalu banyak gula, dan gaya hidup kudu sehat mulai dari sekarang.

Menu lebaran pagi sebelum shalat ied adalah gule bikinan ibuk yang enak pake banget hehe. Shalat ied di lapangan juga seru karena khatib nya puitis abis, sms lebaran yang pada puitis semua itu kalah deh. Nyampe rumah eyang Saring di Surabaya udah disambut ama sup dan ayam, tapi aku ambil dikit buat icip-icip aja hehe. Lalu ada mbk Ririn dateng bawain lidah saus mentega yang top markotop banget sama bebek rica-rica. Enaak hehe. Habis itu tandang ke rumah bude Sud dan disuguhi gule. Walhasil pulang udah ga pengen makan lagi.

Setelah H2 istirahat di rumah, besoknya juga makan banyak banget sampe 2 kloter bareng sepupu Wardanie di acara kumpul keluarga super Bani Hasyim. Malemnya ke rumah bude Wiwik dikasih pula opor ayam sama bakso. Alhamdulillah. (welehweleh, can you imagine what will happen to my weight?)

The next day habis nonton kita makan di X.O. Suki. Di tengah makan, bapak bilang berhentilah nduk sebelum kenyang. Fine, berhenti.

Sebenernya, aku nggak pernah masalah sama penampilan ku yang kata bff ku si Eci gendut pol, atau kata ibuku yang selalu bilang "ibuk dulu seumur mbak Ranti nggak pernah sampe segitu" sampe kata anak-anak seangkatan yang bilang aku semakin lama semakin ndut gak kaya waktu masih maba dulu haha. Aku sangat memuja dan menghargai semua masakan yang enak (yang enak loh ya hehe) dan aku senang bisa nyaman makan tanpa takut dengan berat badanku.

Yeah, lalu Muh sempat inspired me tentang jangan berlebih-lebihan. Itu betul sekali, tapi sayang batas buat lebih itu belum cukup jelas buatku. Kerancuan batas kadang bikin kata punya banyak excuses buat melanggar, right? Hehe
Terus bapakku bilang berhenti makan sebelum kenyang. Aku sudah seriiing banget berusaha ingat ini ketika makan tapi seringnya lupa terus.
Kemudian si Faqi, adekku yang paling slim dan ideal serta paling cantik luar dalam (serius, hehe), nyeletuk gini: kata ustadz ku ahli kenyang di dunia akan jadi ahli lapar di akhirat. Doeeeengggggggggggg. Andwae! Tidak, gue ogaaah kelaperan selamanyaa kyaaaa >____< Astaghfirullahaladziim.
Faqi ngelanjutin kalo Rasulullah itu nggak suka sama yang perutnya besar gara-gara kebanyakan makan. Glek.
Faqi bilang kata ustadznya sih.  Mungkin ada yang bisa bantuin nyariin dari hadits mana biar lebih terpercaya gitu hehe.

Ehem

Yang jelas, lebaran ini 'harusnya' jadi momen buat ngebuktiin kita bener-bener sukses habis puasaan kemarin. Sukses menahan segala hawa nafsu. Nafsu makan, nafsu laper mata, nafsu belanja, dan semuaaa nafsu lainnya. Yang perlu diingat ya semua quote-quote ala Rasulullah itu hehe. Camkan dan ingat terus biar langkah ama amal dan kegiatan yang dilakukan gak melenceng keluar jalur. Agar kita tidak selalu berada dalam posisi semrawut dan mawut. Seperti kata DPA ku, Ma'am Endah: "Don't worry, segala kemawutan bisa menjadi proses menuju dewasa asal mau berbenah". Hehe. Semoga tetap istiqomah ya semuanya.

Selamat Lebaran, cheers!

Sunday, August 4, 2013

Things I did (What I Learnt From Muh)

Muh told me and did everything yang aku pikir sepele dan nggak sepenting itu buat dikerjain. I wonder what if I do the same thing like him. What will I feel. This is it. I did 3 of them from yesterday. Believe it or not, I feel make a good progress in my 20 almost 21. Do something useful, something different good things, walaupun sepele sebenernya ngasih manfaat yang gede. 

1. Berhenti makan waktu udah ngerasa kenyang. 
Muh told me as say in Hadits kalo kita kudu berhenti makan sebelum kenyang. I'm not that type of person. I really appreciate the high quality food. Even though I'm full I have to finish my job (ngehabisin the dish). Tapi kemaren aku coba berhenti makan waktu udah ngerasa kenyang di acara ulang tahunnya Audrey. Perut rasanya enteng (berasa langsing dan slim hihi) Selain itu bawaannya ngantuknya gak seheboh kalo makan ampe tetes terakhir *ehem. I feel much happier, and sehat :)

2. Give a seat to older passenger
Did you know that it is a mudik's day? when all the ticket's fees are going out of control as the same as their passenger? Celebrating Eid is not afdol yet if you don't do mudik alias pulang kampung to your own hometown. Like me hehe. Kita kudu dusel-duselan demi mendapatkan sepotong kursi untuk duduk tenang selama perjalanan sampai di rumah. 
Oke, jadi tadi aku berangkat habis subuh dari Ketintang, nyampe terminal Bungurasih jam 7 an. Pas banget jam nya bis Patas langgananku masuk peron. Bener aja, nggak nunggu lama dari kejauhan bis nya dateng. Dengan ditunggu puluhan orang yang udah numpuk siap nerkam masuk ke bis, termasuk aku. Berkat pengalaman naik ini bis selama kurang lebih 3 tahun selama masa karir ku kuliah di Surabaya (hehe) aku berhasil dapet kursi dan dalam waktu nggak kurang dari beberapa detik, bis sudah penuh dengan orang yang berdesak-desakan, dan banyak yang berdiri. Bersyukur dapet kursi, walaupun hasil sikut-sikutan juga. Tiba-tiba ada mbah-mbah sudah tua berdiri di sebelah gue. Aduuh bikin kepikiran kaan. Dilema pokok e. Akhirnya baru separuh perjalanan aku baru give her a seat. Waktu udah berdiri, I feel much happier (again). Gak seburuk yang aku pikir sebelumnya. Gak secapek yang dirasain. Well, you don't know if you don't try kan. (Sambil berdoa ini bis patasnya banyakin armada biar gak kaya gini terus)

3. Pelan-pelan
Pelang-pelan gak cuma waktu naik motor aja. Mikir juga kudu pelan-pelan. Jangan semuanya. And it works. Bikin tenang. And yes, I feel much happier. 
Seperti kata Poyan pada Luhde, "Jatuh cintalah pelang-pelan, jangan sekaligus" walaupun konteksnya enggak selalu melulu tentang romansa.

Semoga bisa konsisten dan istiqomah deh ya hehe. Happy Ramadhan All