Sunday, June 5, 2016

Belajar Menerima


يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَايَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ

Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendakiNya

Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak

Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal

Al Baqarah 269

Jadi yakinlah kalau semuanya ngga ada yang kebetulan dan sia-sia. Pasti ada hikmahnya.

Thursday, February 25, 2016

Critical Point?

I thought everything will be different when I started my 23, even being mature is still hard. Probably because a nature of woman who put feeling at first place. Or it's just me who do not try my best yet. I miss the moment when I got the power to do everything just for Allaah. I used to hide and wore mask, but being honest is actually relieving. That's the reason I'm writing this post. To train my self to be honest about what I'm really thinking. Sometimes I just looked at publics vibe and peoples trending opinion. You know, trying so bad to looked good and cool (haha). Tiring of course. At the moment like that, Allah is the only way. Shortly speaking, event hough I knew the theory well, the real application is quite challenging. I have to fight against my self, and it is absolutely very termendous. I knew the quotes saying that without His help you will never able to fight against yourself. Hasbunallaah wa ni'mal wakil. Ni'mal maula wa ni'mannashir. Laa haula wa la quwwata illa billah.

Tuesday, June 16, 2015

Lingkaran Kesayangan

Karena saat ikatan melemah
Saat keakraban merapuh
Saat salam terasa menyakitkan
Saat kebersamaan serasa siksaan
Saat pemberian bagaikan bara api
Saat kebaikan justru melukai
Aku tahu
Yang rombeng bukan ukhuwah kita
Hanya iman-iman kita yang sedang sakit
Atau mengerdil
Mungkin dua-duanya
Mungkin kau saja
Tentu terlebih sering imanku lah yang compang-camping
(Salim A. Fillah dalam Dalam Dekapan Ukhuwah)

Teruntuk lingkaran kesayangan, dari insan fana yang masih terus belajar untuk memanen buah manis dari pohon ukhuwah

Wednesday, May 20, 2015

Agar Shalat Menjadi 'Hidup'

Dalam Quran Surat Al Ankabut ayat 29 dikatakan bahwa shalat dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar.
Tetapi kenapa masih banyak orang yang melakukan maksiat padahal sudah menunaikan ibadah shalat?
Shalat tidak berfungsi dengan baik jika tidak sesuai dengan salah satu dari empat hal berikut: rukun, sunna, adab zahir, dan batin. Adab zahir adalah menunaikan dengan sempurna melalui gerakan anggota badan sedangkan batin adalah khusyu' dalam melaksanakannya. Khusyu' inilah pemegang perangan penting apakah shalat akan memberikan efek positif kepada para pelakunya.

Sumber: thesultonation.com

Khusyu' itu ibarat penanda sesehat apa hati seseorang. Apabila hati bersih dari berbagai penyakit akan mudah bagi seseorang untuk khusyu'.  Untuk membersihkan hati dan jiwa, diperlukan pembiasaan hati untuk khusyu'. Caranya adalah dengan berusaha merasakan bahwa Allah ada bersama kita. Orang yang sudah bersih hatinya tentu akan selalu merasakan kehadiran Allah. Orang tersebut akan terus menerus merasa khusyu' hatinya kapanpun dan di manapun. Jadi, hati seseorang dapat dipastikan selalu berada dalam keadaan tenang ketika orang tersebut sudah khusyu' saat shalat.

Khusyu' saat shalat menunjukkan kehadiran hati orang tersebut. Kehadiran hati inilah ruh dari shlat. Jika hati seseorang tidak ada bahkan saat dimulainya takbiratul ihram, habislah sudah, sia-sia ibadah shalatnya. Gerakan shalatnya ibarat gerakan zombie, mayat hidup. Hii. Orang yang melakukan shalat seperti inilah yang disebut Allah sebagai orang-orang yang lalai, seperti dalam QS Al A'raf ayat 205. Lawan dari lalai adalah ingat, ingat bahwa ada Allah. Ingat dengan hati yang merasakan kehadiran Allah.

Kehadiran hati merupakan salah satu dari syarat tercapainya shalat yang 'hidup'. Faktor lainnya adalah tafahhum, ta'zhim, haibah, raja', dan haya'. Tafahhum adalah paham terhadap bacaan shalat. Pemahaman inilah yang bisa menjadi reminder seseorang ketika akan berbuat keji dan mungkar. Ta'zhim merupakan rasa hormat. Sedangkan haibah merupakan rasa takut. Rasa takut ini akibat dari rasa hormat dan memuliakan Allah. Raja' adalah berharap. Dengan berharap adanya balasan dari Allah, seseorang akan dengan sekuat tenaga menaikkan kualitas shalatnya. Yang terakhir adalah haya' yaitu rasa malu. Rasa malu ini dikarenakan ketidaksempurnaan kita sebagai manusia yang berpotensi dapat melakukan dosa.

Dengan demikian, hal yang paling penting agar shalat kita 'hidup' dan tidak menjadi ibadah yang sia-sia adalah khusyu' atau kehadiran hati kita saat menunaikannya. Faktor lain seperti yang disebutkan di atas hanya tambahan saja walaupun ikut berpengaruh juga menambah kualitas shalat menjadi lebih baik lagi. Ilmu khusyu' ini memerlukan pembiasaan nih. Jadi mari dari sekarang biasakan hati kita untuk hadir saat shalat. Mari bersihkan hati kita dengan mulai memberikan gizi dan vitamin-vitamin seperti melakukan amal-amal yang terpuji. Yuk meng'hidup'kan shalat, dengan selalu berusaha khusyu'.
Wallahu'alam.

Sumber: Konsep Tazkiyatun Nafs Terpadu, Said Hawwa

Sunday, April 12, 2015

It Has To Be You

Jadi ini judulnya lagi demam Kill Me Heal Me. Soundtracknya kece yang Hallucination. Udah bisa sih basic nya. Tapi habis liat cover nya Piano Heart jadi pengen bisa juga haha. Tapi karena butuh konsentrasi tinggi yang mana lagi nggak bisa banget dilakuin karena harus ngerjakan tugas praktikum dan belajar buat kuis, tapi masih pengen produktif bikin kafer, walhasil ngerecord soundtrack nya Cinderella's Step Sister deh. Ini adalah drama ketika saya dulu SMA (udah lama banget haha). Tapi lagu nya yg It Has To Be You masih dan selalu akrab di telinga. Yang nyanyi salah satu member Super Junior, Yesung. Belajar lagu ini beneran dari partiturnya. Tapi sampai reff pertama aja hha. Belajarnya udah kemarin waktu liburan semester. Karena lagi ujan juga jadinya nggak bersih deh rekamannya. Anyway, enjoy then hhe.

Listen to 너 아니면 안돼 - Yesung (cover) by Marati Husna #np on #SoundCloud
http://soundcloud.com/marati-husna/yesung-cover

Monday, March 16, 2015

Resik-resik



kadang kala
di saat sesak dan terhimpit
aku ingin melihat 
seperti apa penampakan kalbuku

sudah berjelaga hitamkah
atau
malah sudah mengerak
keras

supaya aku bisa bersih-bersih

Thursday, October 30, 2014

Selamat Tahun Baru 1436 H

Bismillahirrahmanirrahim
Walaupun latepost, gapapa ya hehe..

Alhamdulillah masih diberi nikmat untuk sadar saat memasuki tahun baru Islam ini




Tahun baru Hijriyah dimulai pertama kali ketika Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wassalam hijrah ke Madinah. Jadi kita maknain tahun baru ini juga sebagai hijrah. Hijrah atau berpindah menjadi yang lebih baik lagi. Dengan niat all just for Allah.

Kalau kata radio yang sering saya dengar, untuk acara sehari aja kita butuh proposal yang detil dan lengkap. Gimana dengan hidup kita yang lebih lama dan jelas bakal ditanyain pertanggungjawabannya nanti sama Allah.

Jadi di tahun baru ini saya juga ikutan bikin proposal. Seperti apa aja yang saya ingin bisa terlaksana dan bisa saya laksanakan biar saya jadi makin baik. Menahan diri dari yang bikin jauh dari Allah. Tidak berlebih-lebihan. Ngelist amalan yang seharusnya mudah untuk dilaksanakan tapi sering diabaikan. Meluruskan niat berbuat baik ke sesama manusia hanya karena Allah, juga menambah frekuensi berbuat baik itu. Memperbaiki kualitas ibadah. Meluruskan tujuan hidup di dunia. Dan lain sebagainya, yang bikin kita makin dekat dengan Rabb kita. Kamu gimana? Yuk bikin proposal juga. Semoga Allah meridhai niat kita untuk berubah menjadi yang lebih baik ya. Amin.

Sunday, September 14, 2014

Cita-cita

Cita-citaku tuh pengen bisa jadi guru fisika beneran terus bisa bebas finansial jadi nggak ngerepotin bapak ibu lagi kalo pengen macem-macem (hehe). Tapi kita harus ingat kalau cita-cita model begituan itu nggak long last loh. Kan 'cuma' di dunia.

Dunia ini cuma sebentar. Jadi alangkah baiknya kalau kita memprogram cita-cita dengan jangka yang lebih panjang. Cita-cita bagaimana akhir hayat kita nanti. Gimana biar kita sukses di akhirat nanti. Soalnya percuma juga kita sukses di dunia tapi terus bonyok di akhirat :'(

Mulai sekarang harus dipikirkan bagaimana biar kubur kita nanti lapang dan terang. Jangan terlalu dimasukin hati dan jadi prioritas utama lah yang namanya karir itu. Niatkan karir dan segala apapun pekerjaan kita, apapun yang kita lakukan sebagai amal jariyah. Niatkan belajar sebagai bagian dari menuntut ilmu. Agar amal jariyah dan amal menuntut ilmu tersebut dapat melapangkan kubur kita. Kalau niat yang kaya gitu udah jadi basic cita-cita kita, insya Allah semua yang kita lakuin secara otomatis bakalan Allah oriented :)

Mari kita mantapkan lagi keyakinan kita terhadap Allah. Agar kita terhindar dari mengharap terhadap makhluk selain Allah. La haula wa la quwwata illa billah.

(Daarut Tauhid, 11 September 2014)

Bonus Story

Jadi kemarin ada guest star. Beliau lg jadi trending topic karena mendukung Pilkada Langsung. Siapa lagi kalau bukan Kang Emil, walikota Bandung.

Pas ditanya gimana rasanya jadi walikota, beliau bilang kalo capek dan lelah. Banyak pendapat makhluk yang menganggap beliau pencitraan atau belum sepenuhnya bekerja dan lain sebagainya.

Tapi kembali lagi kalau semua yang kita lakukan itu tergantung cita-cita kita. Kalau cita-cita kita sukses di Akhirat, jadiin hidup yang pendek ini simpel aja. Yang penting lillahi ta'ala

:)

Sunday, September 7, 2014

Seblak

Kemarin sore aku sama mbak Afni ngejengukin mbak Ely yang lagi sakit. Rumahnya di daerah Jalaprang, deket gasibu dan Gedung Sate. Pertama masuk jalanan di Jalaprang, banyak banget orang jual makanan. Jadi pengen beli hehe. Setelah muterin Jalaprang sampe dua kali, kita nggak nemu juga rumah dengan nomer yang dikasih mbak Ely. Akhirnya kita nanya sama orang yang jualan Seblak. Baunya enak banget haha. Habis dikasih tahu orangnya, kita mutusin buat beli seblak sekalian buat buah tangan *tsaah.

Jadi seblak itu apa?
Intinya kerupuk godok haha.
Jadi kerupuk mentah gitu semacem antara ditumis dengan direbus..
Pake bumbu kuning gitu, tampangnya sih kaya opor..
Jadi bumbunya ditumis dulu, terus dimasukin aer, baru kerupuk mentahnya, sawi putih, dan telur. Kita bisa milih mau pake kerupuk yang kaya gimana aja. Kemaren cuma ada dua jenis, satu kerupuk udang mentah sama makaroni. Karena abis sembuh dari batuk, aku milih yang makaroni dan mbak afni milih dicampur. Kalo kata mbk Ely, seblak yang di deket BEC varian kerupuknya lebih banyak lagi dan ada juga yang nggak pake sayur dan telur. 

Rasanya enak haha. Jajanan yang bikin kenyang banget. Rata-rata harganya Rp. 6.000 dan makannya bisa milih mau make sumpit atau sendok. Karena make sambel juga jadi rasanya pedes enak gitu. Panas-panas makan seblak yang kuah pedas make sumpit jadi berasa makan daebokki hahaha :3 Daebokki itu juga semacem street snack di Korea Selatan, isinya rice cake pake kuah sambel, kan berasa mirip haha
....
*abaikan

Seblak indeed is very tasty to spend the rest of your afternoon with friends :D